Pengenalan GIT(bagian 1)

Sebagian dari anda mungkin sering bercengkerama dengan yang namanya komputer. Terutama para programmer, apalagi yang masih jomblo. Kasihan ya, yang dibuat cengkrama keseharian cuma komputer, server, dan kroni-kroninya.. hehe :p. Saya doakan deh para jomblo-jomblo yang belum menikah, semoga diberi jalan dan kemudahan Oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk segera menemukan dambaan hatinya..aamiin

Kembali ke laptop, di tutorial kali ini saya akan membagikan materi tentang pengenalan GIT. Ini adalah salah satu bagian dari materi pelatihan git dan gitlab di kantor Telkomsel di Jakarta. Pelatihan ini adalah ini atas permintaan dari pihak Telkomsel untuk membagikan pengalaman penggunaan GIT dan GITLAB, terutama ketika di implementasikan dalam pengembangan project-project sistem yang sering di pegang oleh Profio Teknova Indonesia. Memang semenjak awal kami berdiri, hampir 2 tahun lalu, kami langsung menerapkan sistem kerja menggunakan Repository(GIT). Terbukti ini adalah formula yang cukup ampuh ketika kita melakukan development project secara bersama – sama.

Git adalah tools yang berfungsi sebagai Version Control System (VCS) pelacak perubahan pada file. Git sendiri dibuat oleh orang yang menciptakan Kernel Linux., yah mungkin temen-temen sudah kenal nama linus torvalds ya.. dialah Pencetus git, yang kita gunakan. Git diciptakan tahun 2005 saat bitkeeper mulai retak dan pencipta linux harus mencari alternatif lain untuk mendukung pengembangan kernel linux. Dengan menggunakan Git, setiap orang dalam sebuah tim dapat melakukan perubahan pada source-code tanpa harus takut terjadi bentrok ataupun kesulitan dalam menggabungkan hasil perubahan yang mereka lakukan.
Dengan menggunakan Git, setiap perubahan pada source-code akan terlacak pesan perubahannya, apa saja yang diubah, siapa yang mengubah dan kapan waktunya.

Langsung saja, kita coba berkenalan dengan perintah – perintah dasar yang sering digunakan ketika bekerja menggunakan sistem repository:

git init
Untuk membuat repo lokal baru pada perintah ini akan dibuat sebuah folder baru yang bernama “.git”
Contoh : $ git init

git status
untuk melihat status dari repo lokal
Contoh : masuk ke direktori repo lokal
$ git status

git add
Untuk menambahkan file ke dalam repo yang sebelumnya sudah dibuat
Contoh : $ git add myfile.txt

git commit
untuk menyimpan seluruh perubahan yang terjadi
Contoh : $ git commit -m "first commit"

git remote
untuk menambahkan remote repo baru
Contoh : $ git remote add origin git@bitbucket.org:xxxxx/xxxxx.git

git pull / push
untuk menyimpan dan mengambil data dari remote repo
Contoh : $ git pull origin master
$ git push origin master

git diff
untuk membandingkan perubahan file
Contoh : $ git diff
git reset
ntuk membatalkan perubahan pada repo lokal
– Contoh : $ Git reset --soft HEAD^ (Lokal)
$ Git reset --hard /

git Clone
uuntuk melakukan cloning pekerjaan yang telah exist ke lokal
– Contoh : $ git clone git@bitbucket.org:xxxxx/xxxxx.git

git merge
untuk melakukan penggabungan antar branch

git checkout
untuk pindah branch

berikut adalah lifecycle dari GIT:

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *